Terjemahan

Senin, 30 Maret 2015

Hikayat Raja Berekor

Hikayat Raja Berekor

Cerita ini merupakan kegiatan dari asal usul Pulau Belitung. Dimana terdapat sebuah pulau hanyut yang di akibatkan kemurkaan seorang raja di Bali akibat anaknya mengandung anak akibat hubungan nya dengan anjing kesayangan nya.
Hatta setelah tiba waktunya,sang putri yang mengandung akibat hubungan dengan anjing kesayangan nya,melahirkan seorang bayi laki-laki.Berbeda dengan bayi normal,sekujur tubuh bayi tersebut penuh di tumbuhi bulu-bulu subur serta memiliki sebuah ekor kecil,layaknya anjing.

Hikayat Tuk Layang

Hikayat Tuk Layang

Di sebuah kelekak sekitar Buding,saat penduduk Belitung masih tinggal di pedalaman guna menghindari gangguan lanun,tinggal satu keluarga dengan satu anak yang hidup sangat bersahaja.Keluarga itu di kepalahi seorang suami yang di kenali masyarakat dengan panggilan Tuk Layang.
Tuk laying adalah seorang yang memilik ilmu tinggi,baik di darat maupun di laut.Tak heran penduduk setempat merasa tentram,karena Tuk Layang bisa menjadi tempat berlindung dari gangguan para lanun yang saat itu suka menyerang perkampungan penduduk.Sementara ketika dilaut,para lanun selalu akan menjauh jika melihat Tuk Layang sedang mendayung sendiri perahunya.

Si Kantan

Si Kantan

Pada zaman sebelum Agama Islam masuk dan berkembang di Belitung,tersebutlah seorang janda miskin yang hidup bersama seorang anaknya bernama Kantan.Dua anak beranak ini tinggal di sebuah kelekak yang sekarang bernama Cerucuk.Mereka hidup dari hasil menangkap ikan atau hasil laut lain nya serta buruan di hutan sekitar tempat tinggal nya.
Hidup sebagai janda beranak satu,terasa sangatlah berat bagi ibu Kantan.Namun,akibat kerja keras ibunya,Si Kantan bisa tumbuh sebaagaimana layaknya manusia biasa dan bisa mandiri tanpa menggantungkan hidup pada orang tuanya setelah mulai menginjak dewasa.

Telage Muyang Manis

Telage Muyang Manis

Di bagian Tenggara Kecamatan Membalong terdapatlah sebuah teluk agak besar,yakni Teluk Balok.Ke dalam teluk ini bermuara sebuah sungai yang terbilang besar dan panjang menurut ukuran penduduk setempat,yang di kenali sebagai Sungai Kembiri.
Konon,pada suatu ketika,sebelum Agama Islam masuk ke Belitung,disisi sungai ini berlabuh sebuah perahu.
Sebelumnya perahhu tersebut telah beberapa hari memudiki sungai sampai jauh ke hulu hingga tiba pada sebuah lemong ( lekukan sungai yang airnya lebih dalam,red ),tempat Sungai Kemibiri ini terbelah dua.Aliran dari sebelah kiri agak dalam airnya daripada air sebelah kanan. Ke arah kiri inilah perahu tersebut melaju.
Setelah berhari-hari memudiki sungai ini,perahu ini akhirnya tiba di satu tempat yang mereka anggap baik sebagai tempat pemukiman.Setelah mendarat,awak perahuh segera mempersiapkan diri membuat tempat untuk bermukim.Mereka menebang hutan dan membuka ladang.

Riwayat Putri Nurjanu Nibong Bedegong

Riwayat Putri Nurjanu / Nibong Bedegong

Beberapa ratus tahun lalu,di kampong Aik Kelekak Nangkak ( sekarang Dusun Dudat ),tinggalah seorang ibu tua bernama Dayang Samak bersama anaknya-anaknya.Di rumah itu juga tinggal seorang gadis dari seberang bernama Nurjanu.
Gadis ini konon dikabarkan berparas sempurna.Berkulit bening,laksana kaca.Hingga dilukiskan jika ia minum,air yang ia minum itu bisa terlihat ketika lewat di kerongkongan nya.Rambut panjangnya di lukiskan : bila di bersihkan perlu tujuh ramunan ( bahasa local berate kayu penjemur pakaian ,red ) untuk menjemur.Hebat nian bunga Aik Kelekak Nangka ini.